Jalan Jalan Makan Angin Lucu

Jalan jalan makan angin – Kegilaan untuk melakukan perbuatan kenekatan yaitu satu diantara langkah untuk membuat hidup kita jadi lebih hidup. Jadi, weekend tempo hari saya dan dua temanku melakukan perbuatan nekat untuk melakukan perjalanan ala backpacker tidak ada persiapan serta tujuan. Dengan kata kunci kapal, sunset, backpacker, kami mengambil keputusan untuk pergi ke merak supaya bisa naik kapal ke pelabuhan Bakauheni, itu dulu. Untuk maksud finalnya dipikir kelak. Dengan memakai metromini 49, kami menuju terminal Pulo Gadung. Sesampainya disana kami mencari bus yang akan menuju ke Merak, syukurlah ada 1 bus tanpa ada AC yang mangkal disana dalam keadaan kosong, jadi kami bertiga dapat memilih kursi dibagian depan, tempat paling aman untuk para tukang mabok kendaraan seperti saya jalan jalan makan angin.

Jam 3 sore yaitu waktu yang telah kita diprediksikan sampai ke Bakauheni, namun namanya Jakarta, gagasan tinggal gagasan. Macet di hari Sabtu memaksa kami menerima fakta untuk tiba di Merak sekitaran jam 5 sore. Lapar juga menempa, untung di dekat terminal ada rumah makan Padang, lumayan untuk ganjal perut. Sesudah kenyang kami juga jalan kaki menuju pelabuhan Merak, istirahat sebentar untuk menikmati sunset, namun tidak berhasil. Karena matahari begitu pemalunya sehingga dia menenggelamkan diri dibalik bukit sampai mata kami tidak bisa memandangnya. Kamipun mengambil keputusan untuk naik kapal Feri yang akan membawa kami ke pelabuhan Bakauheni lihat di piknikasik.id.

Duduk enjoy beralaskan plastik di dak kapal kelas ekonomi dengan dihembus angin laut yang lumayan kencang sesungguhnya merupakan kesenangan sendiri, bagiku perjalanan merupakan wisata sendiri. Melihat titik-titik bintang, lautan lepas yang dihiasi kerlip kapal yang melintas, terselimut gelap yang menentramkan, bagiku begitu menentramkan. Situasi yang kondusif untuk terbawa dalam perenungan. Di dalam laut serta melihat jam yang mulai malam, kami juga mulai bingung ingin kemana lagikah kaki kami akan menghadap? Nah, disinilah sensasinya, agak deg-degan, rada bingung tanpa ada maksud malah membuat kami suka serta kami menjadikan bahan candaan. Dengan memakai signal yang tersisa akupun mulai ajukan pertanyaan ke kawan-kawan lewat medsos, tempat mana yang dapat kami tuju semendaratnya kami dari kapal. Sebagian tempat kami dapatkan, Bumi Kedaton, Pasar Cimeng, Masjid Al-Furqon, Waikambas, Krakatau serta Pahawang. Pada akhirnya memperhitungkan info rute ke Pahawang lebih jelas, pada akhirnya kami bertiga setuju ke satu tujuan yaitu Pahawang.